Jl.Parang Barong Windan RT.01 RW.08 Makamhaji Kartasura Sukoharjo Jawa Tengah.
Menu

Solo Andalkan Wisata Jasa

Solo Andalkan Wisata Jasa – SOLO tidak memiliki lahan pertanian sehingga tidak heran jika kota ini menggantungkan pendapatan dari sektor perdagangan dan jasa, terutama di bidang pariwisata, seperti hotel dan restoran. Memosisikan diri sebagai kota meeting, incentive, convention, and exhibition membuat Solo kerap dijadikan kota penyelenggaraan kegiatan dan pameran bertaraf nasional, bahkan internasional. Kegiatan tersebut antara lain Konferensi dan Pameran Kota-kota Pusaka Dunia, Konferensi Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan Asia Pasifik, Kongres Tahunan Ke-30 Federation ASEAN Cultural Promotion, World Toilet Summit, dan pertemuan pra-APEC.

Untuk mendukung posisi sebagai kota meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), Solo menggelar acara seni budaya. Lebih dari 50 kegiatan seni budaya dijadikan kalender tahunan pariwisata sebagai penarik kedatangan dan sajian bagi tamu. Sektor MICE beberapa tahun terakhir semakin bergairah, antara lain ditandai bermunculannya hotel baru, mulai dari kelas melati hingga bintang lima.

Menurut data Badan Pusat Statistik, pada 2010 hanya ada 79 hotel dengan jumlah kamar 1.916 unit di Solo, tetapi pada 2012 menjadi 142 hotel melati dan berbintang serta pondok-pondok wisata dengan jumlah kamar mencapai 4.533 unit. Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kota Solo, Toto Amanto mengatakan, dari 2011 hingga 2013 berjalan, ada 42 pengajuan pembangunan hotel yang 22 pengajuan di antaranya segera memasuki masa pembangunan karena telah mengantongi izin mendirikan bangunan. ”Investor paling berminat untuk membangun hotel,” kata Toto. Toto mengatakan, atas masukan dari pelaku perhotelan, pihaknya menyarankan hotel-hotel yang akan dibangun mengambil pasar bintang tiga ke atas. Ini untuk menghindari persaingan dengan hotel atau penginapan kecil yang kebanyakan memiliki modal terbatas.

”Untuk bintang tiga ke atas, pasarnya lebih mapan,” katanya. Jumlah wisatawan yang menginap di hotel di Solo melonjak. Pada 2010, wisatawan mancanegara yang menginap tercatat 16.880 orang, sementara wisatawan nusantara 925.661 orang. Pada 2012, jumlah wisatawan mancanegara yang menginap di hotel 32.932 orang, sementara wisatawan nusantara 1.287.334 orang. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Widdi Srihanto mengatakan, selain memiliki daya tarik sebagai kota budaya dan pariwisata, Solo dinilai aman dan nyaman sehingga kerap dijadikan tempat penyelenggaraan MICE.

Ini mendongkrak kunjungan ke Solo. Belum lama ini, Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Kesehatan Anak menyedot 9.000 orang. Widdi mengakui, Solo memiliki keterbatasan obyek wisata sehingga pihaknya mendorong pengembangan potensi seni budaya. ”Akses ke Solo relatif sudah lengkap, ada bandara internasional Adi Sumarmo, jalan darat, dan kereta api. Apalagi, sebentar lagi ada Tol Semarang-Solo,” katanya.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Solo, Suharto mengatakan, Solo sebagai kota MICE makin matang. Ini terlihat dari perkembangan hotel-hotel baru yang menawarkan fasilitas MICE. Namun, di sisi lain perkembangan obyek wisata kurang menonjol. Potensi Solo sebagai wisata belanja dan kuliner belum banyak digarap. Menurut dia, Pemkot Solo masih terlalu berkonsentrasi menggarap wisata berbasis budaya. Pemkot Solo sebaiknya juga fokus menggarap wisata belanja dan kuliner karena saat ini menjadi daya tarik paling kuat bagi wisatawan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Solo, Abdullah Suwarno mengatakan, Solo memang masih tertinggal jauh dibandingkan Yogyakarta. Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan harus bersama-sama menggairahkan sektor pariwisata, seperti promosi dan penataan obyek wisata. Menawarkan diri Solo membangun diri sebagai kota MICE sejak kepemimpinan Joko Widodo yang kini dilanjutkan FX Hadi Rudyatmo. Solo rajin menawarkan diri jadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan. Strategi Solo memenangi bidding atau pengajuan penawaran yang digunakan adalah menawarkan menanggung biaya menginap, makan, dan transportasi dalam kota selama acara kepada peserta.

Ini diterapkan saat Solo ingin menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi dan Pameran Kota-kota Pusaka Dunia. Solo juga menggelar kirab budaya yang membuat peserta senang, terkesan, merasa diterima, dan dihargai. Biaya yang dikeluarkan tadi dianggap sebagai investasi karena efek berganda bagi perekonomian masyarakat dirasa jauh lebih besar. Solo butuh membangun reputasi yang mampu mendongkrak sektor pariwisata secara keseluruhan. Bisnis MICE dianggap lebih tahan krisis ekonomi dibandingkan pariwisata konvensional. Pada 2009, Solo dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai salah satu kota tujuan MICE utama di Indonesia, selain Bali, Jakarta, Yogyakarta, Makassar, Balikpapan, Lombok, Medan, Batam, dan Manado.

Wisata Museum Batik Danar Hadi

Wisata Museum Batik Danar Hadi – Keinginan H. Santosa Doellah (pengusaha pribumi) untuk melestarikan batik mendorong didirikannya museum batik di Kota Solo. Museum ini bernama Museum Batik Danar Hadi. Berlokasi di jalan utama Kota Solo, jalan Slamet Riyadi. Museum yang didirikan sejak tahun 1967 ini menyuguhkan koleksi batik kualitas terbaik dari berbagai daerah seperti batik asli keraton, batik China, batik Jawa Hokokai (batik yang terpengaruh oleh kebudayaan Jepang), batik pesisir (Kudus, Lasem dan Pekalongan), batik Sumatera dan berbagai jenis batik lainnya. Museum ini memiliki koleksi kain batik mencapai 1000 helai dan sudah diakui MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai museum dengan koleksi batik terbanyak. Pengunjung dapat melihat proses pembuatan batik bahkan bisa mengikuti workshop pembuatan batik secara langsung.

Selain mendapat pengalaman membatik, pengunjung juga bisa menikmati arsitektur bangunan khas Jawa di samping museum, yang dikenal dengan nama Ndalem Wuryaningratan. Ndalem Wuryaningratan semula merupakan tempat tinggal Pangeran Wuryaningrat, menantu Susuhan Pakubuwono X. Dibangun dengan konsep rumah tinggal bangsawan pada masa itu, dengan pakem Jawa dan pengaruh arsitektur gaya Eropa. Pada tahun 1997, H. Santosa Doellah sebagai pemilik Batik Danar Hadi membeli bangunan ini menjadi House of Danar Hadi dengan mempertahankan arsitektur aslinya.

Informasi mengenai jadwal dan harga tiket museum :

Setiap hari : 09.00 – 16.30

Harga tiket umum: Rp 35.000,00

Harga tiket pelajar RP 8.000,00

Tempat Wisata Kampung Batik Laweyan

Tempat Wisata Kampung Batik Laweyan – Laweyan menjadi salah satu pusat batik yang tertua dan terkenal di Kota Solo setelah Kampung Batik Kauman. Kampung ini memiliki luas area 24.83 hektar dan berpenduduk kira-kira 2500 penduduk di mana sebagian besar penduduknya bekerja sebagai pedagang ataupun pembuat batik.

Kampung batik Laweyan sudah menjadi ikon batik Solo sejak abad ke-19 ketika asosiasi pedagang pertama kalinya dibentuk yaitu Sarikat Dagang Islam yang didirikan oleh Haji Samanhudi pada tahun 1912. Hingga sekarang 250 motif batik khas Kampung Batik Laweyan sudah dipatenkan. Berbeda dengan Batik Kauman yang cenderung berwarna gelap dan motif klasik, Batik Laweyan lebih menawarkan batik warna lebih terang.

Selain memiliki sejarah sebagai kota batik tertua, gaya arsitektur kampung batik juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dinding tinggi dan gang-gang sempit menjadi karakter khas kampung batik ini. Bangunan rumah pedagang batik Laweyan banyak dipengaruhi oleh arsitektur Jawa, Eropa, Cina dan Islam. Bangunan mewah ini menjadi ciri kejayaan saudagar batik asli pribumi Laweyan pada masa itu dan dikenal dengan sebutan “Gal Gendhu”.

Tak hanya berjualan batik, Kampung Batik Laweyan juga menawarkan paket wisata workshop membuat batik. Bagi Anda yang tertarik, Anda mengikut kursus membatik dalam waktu singkat sekitar 2 jam dan Anda bisa membawa pulang hasil karya Anda. Selain itu juga ada pelatihan membatik secara intensif bagi Anda yang ingin mendalami teknik pembuatan batik tulis dan cap. Untuk mengetahui biaya kursus Anda bisa menghubungi langsung ke contact person Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan.

Berwisata ke Kampung Batik Laweyan rasanya juga kurang lengkap jika Anda belum menikmati kuliner khas Kampung Laweyan seperti kue ledre, apem dan makanan khas Solo lainnya. Atau Anda bisa menikmati obrolan santai di wedangan di area Kampung Batik Laweyan, tepatnya di Wedangan Rumah Nenek, dengan konsep bangunan joglo berarsitektur Jawa-Belanda. Buka setiap hari pada jam 10 pagi hingga jam 12 malam.

Kampung Batik Kauman Solo

Kampung Batik Kauman Solo – Kampung Batik Kauman juga menjadi pusat batik tertua di Kota Solo. Berlokasi tidak jauh dari jalan utama Slamet Riyadi dan Jalan Rajiman. Akses menuju Kampung Batik Kauman dapat ditempuh dengan bus Batik Solo Trans (BST) dari Stasiun Balapan. Menurut sejarah Kampung Batik Kauman dulunya adalah pemukiman kaum abdi dalem Keraton Kasunanan dengan mempertahankan tradisi dengan cara membatik. Dibandingkan dengan Laweyan, batik Kauman lebih menampilkan motif batik klasik yang didasarkan pada pakem atau standar keraton. Bisa dikatakan motif batik Kauman lebih merepresntasikan motif batik yang dikenakan di Keraton Kasunanan.

Dalam perkembangannya, sampai sekarang Batik Kauman memiliki 3 jenis batik yaitu batik klasik dengan motif pakem (batik tulis) yang menjadi produk unggulan Kampung Batik Kauman, batik cap dan batik kombinasi cap dan tulis.

Terdapat lebih dari 30 industri batik di Kampung Batik Kauman sehingga Anda memiliki banyak pilihan untuk membeli batik Solo di tempat ini. Keunikan yang ditawarkan di Kampung Batik Kauman adalah pengunjung dan penjual batik bisa berinteraksi dan bertransaksi langsung dengan mengunjungi rumah industri batik mereka dan melihat proses produksi batik serta belajar membatik.

Jika Anda tertarik berkeliling ke Kampung Batik Kauman sebaiknya Anda berjalan kaki atau naik becak karena akses jalan di kampung ini berupa gang-gang sempit. Dengan berjalan kaki Anda bisa menikmati bangunan tua dengan gaya arsitektur Jawa-Belanda, rumah joglo dan limasan.

Bus Wisata Werkudoro Solo

Bus Wisata Werkudoro Solo – Werkudara berwarna merah mecolok dan mempunyai tinggi 4,5 meter atau kalau duduk di atas, maka akan lebih tinggi dari lampu lalu lintas. Lebarnya sama dengan bus pada umumnya yakni 2,5 meter. Oleh karena itu, Werkudara hanya dapat membawa kita berkeliling jalan jalan utama di Solo saja. Selama kurang lebih dua jam perjalanan, akan ada pemandu yang akan memberi tahu spot spot penting di kota Solo.

Werkudara hanya beroperasi di hari Sabtu dan Minggu. Jam yang saya naiki adalah jam 12 siang (aneh yah jalan di tengah siang bolong). Sebenarnya ada jam 9 pagi dan 4 sorenya. Tetapi kata stafnya yang jam 9 pagi tidak beroperasi karena tidak ada penumpang. Minimal ada 20 orang baru deh Werkudara dioperasikan. Sedangkan sorenya penuh.

Harga tiket per orangnya Rp.20.000. Ohya Werkudara juga dapat dicarter loh! cukup merogoh kocek sebesar Rp.800.000 dan bus dengan 54 seat ini pun dapat anda bawa kemana mana.

Nah sebelum bus ini berjalan, Perlu diingat jika memilih duduk di bagian atas, hati hati akan ranting pohon yang tiba tiba suka menyambar. Siapkan juga body lotion agar kulit terlindungi dari sinar matahari. Biar tambah keren pakai kacamata hitam dong.  Sudah siap? Yuk kita mulai perjalanan menyusuri kota Solo!

Kantor Dinas Perhubungan Manahan – Jl Adi Sucipto – Perempatan Manahan (tugu wisnu) – Jl Ahmad Yani – Kerten – Jl Slamet Riyadi – Gendengan – Ngapeman – Pasar Pon – Gladag – Jl Jenderal Sudirman – Jl Urip Sumoharjo – Jl Kol. Sutarto – Jl Ir Sutami – Jurug (Kebun Bintang Taman Jurug)

Werkudara akan berhenti di depan Kebun Binatang Taman Jurug dan para penumpang diminta gantian tempat duduk (yang diatas duduk di bawah dan sebaliknya) agar semua dapat merasakan pengalaman yang sama. Tetapi karena jumlah tempat duduk di bawah terbatas, ada yang kembali duduk di atas juga. Hm enakan kayak saya. Numpang duduk di samping pak kusir.. eh pak supir.

Sebagian para penumpang kebanyakan turun dan keluar dari bus untuk sekedar meluruskan badan, membeli minuman, mencari WC atau foto foto. Waktu yang diberikan hanya 15 menit. Jika tak on time, maka akan ditinggal bus. Jadi sekedar tips, kalau mau ke WC dan agak lama, lapor kepada supir/kernet agar mereka dapat menunggu.

Lalu berikutnya bus pun siap memulangkan kita kembali dengan rute sbb:

Rute Balik Werkudara :
Jurug (Kebun Bintang Taman Jurug) – Jl Ir Sutami – Jl Kol. Sutarto – Jl Urip Sumoharjo – Jl Jend. Sudirman – Gladag – PGS – Sangkrah – Jl Kapten Mulyadi – Baturono –  Jl Veteran – Tipes – Jl Bayangkara – Baron – Jl Dr Rajiman – Jl Perintis Kemerdekaan – Purwosari – Jl Slamet Riyadi – Kerten – Jl Ahmad Yani – Kantor Dinas Perhubungan Manahan.

Selama perjalanan, tak jarang kami (baca: Werkudara) jadi pusat perhatian masyarakat lokal. Bahkan ada yang melambaikan tangan kepada kami. Wah nampaknya masyarakat solo sendiri juga jarang jarang neh nyobaiin werkudara.

Buat yang mau nyobaiin, jangan lupa tanyakan dulu jam keberangkatan dan booking terlebih dahulu jika takut kehabisan tempat. Semua info tentang Werkudara dapat diperoleh disini:
Kantor Dinas Perhubungan Kota Surakarta
Jl. Menteri Supeno no 7 Manahan Surakarta

Bernosalgia di Masa Lampau Karaton Surakarta Hadiningrat dan pura Mangkunegaran

Berkunjung ke kota Solo akan kurang lengkap jika tidak mengunjungi dua tempat wisata paling iconic yaitu keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran.  Berada di lokasi yang berbeda, namun kedua tempat ini mempunyai keterkaitan sejarah dan keindahan peninggalan yang sayang untuk dilewatkan. Terletak di kecamatan Pasar Kliwon, Keraton Kasunanan berada dekat dengan kawasan jantung kota Solo yang strategis dan mudah dijangkau oleh para wisatawan.

Memasuki kawasan Keraton Kasunanan, wisatawan akan disambut oleh bangunan dengan atap yang berukir menyerupai dua ekor naga, dan di depan bangunan tersebut terdapat dua arca berwarna hitam yang seolah- olah sedang berjaga. Biasanya juga terdapat abdi dalem keraton yang mengenakan seragam prajurit lengkap dengan pedangnya.  Untuk masuk ke museum Keraton Kasunanan, wisatawan lokal  membayar tiket sebesar Rp 10.000, sedangkan untuk wisatawan mancanegara dikenakan tiket sebesar Rp 15.000.

Di dalam museum Keraton Kasunanan, wisatawan dapat menyewa jasa guide yang akan menjelaskan tentang seluk beluk sejarah keraton beserta peninggalannya. Banyak benda- benda kuno peninggalan asli keraton Kasunanan seperti kereta kencana lengkap dengan kuda yang diawetkan, tandu , peralatan dapur istana, pakaian raja- raja, foto- foto kuno, tombak, keris dan kitab suci yang ditulis dalam dua bahasa yaitu bahasa Jawa kuno dan bahasa Arab. Tak hanya itu, di museum ini juga terdapat seperangkat wayang dan gamelan yang berusia ratusan tahun. Setelah lelah berkeliling, wisatawan juga dapat meminum air dari sumur yang berada di dalam museum keraton tersebut. Tak hanya berkeliling museum, wisatawan juga dapat memanfaatkan bangunan- bangunan kuno di komplek keraton sebagai spot- spot foto yang menarik untuk diunggah ke media sosial.

Puas berwisata dengan Keraton Kasunanan, wisatawan dapat mengunjungi Pura Mangkunegaran yang berada di kecamatan Banjarsari dekat dengan pasar barang antic Triwindu. Dengan membayar Rp 10.000, wisatawan dapat menjelajahi Pura Mangkunegaran. Jika wisatawan memerlukan guide, terdapat local guide yang bisa disewa dengan memberikan tip. Di depan Pura, terdapat kolam yang ditengah- tengahnya terdapat pancuran berbentuk angsa yang dipegang oleh malaikat. Tak kalah indah dengan Keraton Kasunanan, Pura Mangkunegaran terdapat perpaduan budaya Eropa dengan Jawa pada bangunannya. Jika dilihat, pada pendopo banyak sekali lampu kristal gantung yang berasal dari Belanda. Patung- patung malaikat dan singa juga terdapat di bagian pendopo ini.

Setelah dari pendopo luar, wisatawan akan dibawa memasuki pendopo dalem. Pada ruangan pendopo dalem, wisatawan dilarang memotret. Di dalamnya terdapat koleksi seperti perhiasan dan barang- barang kuno seperti keris. Juga terdapat satu ruangan yang berisi tempat tidur kosong sebagai simbol peristirahatan Dewi Sri. Diruangan lainnya, terdapat koleksi perabot rumah tangga khas Mangkunegaran. Tak hanya itu, disini juga terdapat gamelan peninggalan yang masih dimainkan hingga sekarang.

Pura Mangkunegaran juga masih aktif digunakan sebagai tempat pementasan tarian- tarian tradisional. Wisatawan juga dapat melihat para penari berlatih setiap harinya disisi timur pendopo pukul 3 hingga 5 sore. Tak hanya berlatih menari, wisatawan juga dapat melihat para pemain gamelan berlatih karawitan setiap Rabu dan Minggu pukul 7 hingga 10 malam

Berkunjung ke kota Solo akan kurang lengkap jika tidak mengunjungi dua tempat wisata paling iconic yaitu keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran.  Berada di lokasi yang berbeda, namun kedua tempat ini mempunyai keterkaitan sejarah dan keindahan peninggalan yang sayang untuk dilewatkan. Terletak di kecamatan Pasar Kliwon, Keraton Kasunanan berada dekat dengan kawasan jantung kota Solo yang strategis dan mudah dijangkau oleh para wisatawan.

Memasuki kawasan Keraton Kasunanan, wisatawan akan disambut oleh bangunan dengan atap yang berukir menyerupai dua ekor naga, dan di depan bangunan tersebut terdapat dua arca berwarna hitam yang seolah- olah sedang berjaga. Biasanya juga terdapat abdi dalem keraton yang mengenakan seragam prajurit lengkap dengan pedangnya.  Untuk masuk ke museum Keraton Kasunanan, wisatawan lokal  membayar tiket sebesar Rp 10.000, sedangkan untuk wisatawan mancanegara dikenakan tiket sebesar Rp 15.000.

Di dalam museum Keraton Kasunanan, wisatawan dapat menyewa jasa guide yang akan menjelaskan tentang seluk beluk sejarah keraton beserta peninggalannya. Banyak benda- benda kuno peninggalan asli keraton Kasunanan seperti kereta kencana lengkap dengan kuda yang diawetkan, tandu , peralatan dapur istana, pakaian raja- raja, foto- foto kuno, tombak, keris dan kitab suci yang ditulis dalam dua bahasa yaitu bahasa Jawa kuno dan bahasa Arab. Tak hanya itu, di museum ini juga terdapat seperangkat wayang dan gamelan yang berusia ratusan tahun. Setelah lelah berkeliling, wisatawan juga dapat meminum air dari sumur yang berada di dalam museum keraton tersebut. Tak hanya berkeliling museum, wisatawan juga dapat memanfaatkan bangunan- bangunan kuno di komplek keraton sebagai spot- spot foto yang menarik untuk diunggah ke media sosial.

Puas berwisata dengan Keraton Kasunanan, wisatawan dapat mengunjungi Pura Mangkunegaran yang berada di kecamatan Banjarsari dekat dengan pasar barang antic Triwindu. Dengan membayar Rp 10.000, wisatawan dapat menjelajahi Pura Mangkunegaran. Jika wisatawan memerlukan guide, terdapat local guide yang bisa disewa dengan memberikan tip. Di depan Pura, terdapat kolam yang ditengah- tengahnya terdapat pancuran berbentuk angsa yang dipegang oleh malaikat. Tak kalah indah dengan Keraton Kasunanan, Pura Mangkunegaran terdapat perpaduan budaya Eropa dengan Jawa pada bangunannya. Jika dilihat, pada pendopo banyak sekali lampu kristal gantung yang berasal dari Belanda. Patung- patung malaikat dan singa juga terdapat di bagian pendopo ini

Setelah dari pendopo luar, wisatawan akan dibawa memasuki pendopo dalem. Pada ruangan pendopo dalem, wisatawan dilarang memotret. Di dalamnya terdapat koleksi seperti perhiasan dan barang- barang kuno seperti keris. Juga terdapat satu ruangan yang berisi tempat tidur kosong sebagai simbol peristirahatan Dewi Sri. Diruangan lainnya, terdapat koleksi perabot rumah tangga khas Mangkunegaran. Tak hanya itu, disini juga terdapat gamelan peninggalan yang masih dimainkan hingga sekarang.

Pura Mangkunegaran juga masih aktif digunakan sebagai tempat pementasan tarian- tarian tradisional. Wisatawan juga dapat melihat para penari berlatih setiap harinya disisi timur pendopo pukul 3 hingga 5 sore. Tak hanya berlatih menari, wisatawan juga dapat melihat para pemain gamelan berlatih karawitan setiap Rabu dan Minggu pukul 7 hingga 10 malam.

Wisata Keraton Kasunanan Surakarta

Wisata Keraton Kasunanan Surakarta  – Sebuah kerajaan Jawa yang memerintah beberapa abad yang lalu telah menjadi ikon Kota Solo. Kerajaan ini bernama Keraton Kasunanan, didirikan oleh Susuhan Pakubuwono II (Sunan PB II) pada tahun 1744 sebagai pengganti Keraton Kartasura yang rusak akibat Geger Pecinan pada tahun 1743. Memiliki luas area sekitar 54 are dan banyak koleksi patung, senjata dan pusaka kerajaan. Salah satu bangunan bertingkat yang menarik di Keraton Kasunanan yaitu Menara Sanggabuwana, konon menjadi tempat bertemunya Ratu Laut Selatan dengan Raja. Menara ini didirikan oleh Sri Susuhan Pakubuwono III pada tahun 1782. Menara setinggi 30 meter ini berfungsi sebagai menara dan tempat memata-matai Belanda pada masa penjajahan.

salah satu wisata unik kraton solo

salah satu wisata unik kraton solo

Ketika Anda berkunjung ke Keraton Kasunanan ada beberapa tempat yang tidak boleh dimasuki yaitu kediaman Raja Pakubuwono. Area di Keraton Kasunanan yang boleh dikunjungi publik salah satunya adalah pendopo besar di dalam Sasana Sewaka, dimana pertunjukan tari dan gamelan disuguhkan di tempat itu. Ketika masuk Sasana Sewaka pengunjung harus melepaskan alas kaki dan berjalan dengan kaki telanjang di hamparan pasir yang diambil langsung dari Pantai Parangkusumo dan Gunung Merapi. Anda juga bisa mengunjungi museum yang ada di dalam kawasan Keraton Kasunanan. Terdapat berbagai koleksi kerajaan seperti kereta kencana, tandu, patung, senjata kuno dan beberapa koleksi lainnya.

Selain keindahan bangunan keraton, Keraton Kasunanan Surakarta juga menawarkan wisata warisan budaya seperti upacara adat, tarian sakral dan musik diantaranya adalah yang terkenal adalah sekaten dan malam Suro. Sekaten adalah upacara perayaan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad selama 7 hari dan pada hari terakhir ditutup dengan Gunungan Mulud. Satu bulan sebelumnya juga diselenggarakan pasar malam Sekaten di area alun-alun utara keraton. Berbeda dengan Sekaten, Malam Suro adalah memperingati tahun baru menurut kalender Jawa. Perayaan ini ditandai dengan Kirab Mubeng Beteng dengan membawa pusaka keraton termasuk kerbau pusaka Kyai Slamet.

Informasi mengenai jadwal dan harga tiket museum :

Senin – Kamis: 09.00 – 14.00

Sabtu – Minggu: 09.00 – 15.00

Jumat: tutup

Harga tiket domestik: Rp 10.000,00

Domestik rombongan: RP 8.000,00

Wisatawan asing: Rp 15.000,00

5 Tips Sewa Bus Pariwisata yang Harus Anda Tahu

5 Tips Sewa Bus Pariwisata yang Harus Anda Tahu – Bus pariwisata saat ini menjadi salah satu pilihan akomodasi populer yang banyak digunakan masyarakat. Kemajuan teknologi otomotif dan peningkatan fasilitas bus membuat traveler memilih bus pariwisata sebagai moda tranportasi pilihan mereka. Faktor efisiensi biaya dan kenyamanan selama perjalanan menjadi satu alasan mengapa penggemas bus pariwisata kian meningkat.

sewa bus pariwisata solo

sewa bus pariwisata solo

Umumnya traveler yang memilih menggunakan jasa sewa bus pariwisata saat liburan secara berkelompok. Selain selama perjalanan dapat menikmati indahnya suasana secara bersama sama, menggunakan bus dapat memudahkan manajemen perjalanan liburan. Namun sebelum anda mulai menghubungi PO Bus ada baiknya anda menyimak beberapa hal yang wajib Anda ketahui sebelum menyewa bus pariwisata.

Lima langkah sewa bus pariwisata

  1. Pemesanan
  2. Kapasitas Bus
  3. Pembayaran
  4. Fasilitas bus
  5. Waktu Reservasi

Pemesanan

Pemesanan atau reservasi bus dapat dilakukan dengan datang langsung ke agen dan PO Bus, namun berkat perkembangan dunia internet banyak penyedia jasa sewa bus pariwisata yang menyediakan layanan pemesanan bus melalui aplikasi online. bagi anda yang sibuk jangan khawatir karena masih ada cara klasik reservasi bus melalui media telepon.

Saat proses pemesanan anda diharuskan menjawab beberapa pertanyaan dari customer support agen bus. Setidaknya ada lima pertanyaan yang akan dilontarkan oleh petugas.

Tanggal penggunaan bus, Durasi pemakaian bus, jumlah kapasitas penumpang bus dan tujuan atau destinasi. jawaban anda akan menjadi data mereka untuk listing pemesan sekaligus menentukan berapa biaya sewa bus pariwisata yang harus anda keluarkan

Kapasitas Bus

Sebelum menghubungi agen bus, pastikan anda sudah memiliki data berapa jumlah peserta yang akan ikut dalam perjalanan. Hal ini penting menyangkut kapasitas bus dan jumlah kursi yang tersedia. Di pasaran ada beberapa tipe bus yang dapat dipilih sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan calon konsumen. Pada umumnya bus pariwisata ukuran besar memiliki kapasitas kursi mulai dari 24 kursi, 44 kursi hingga 59 kursi. Untuk bus ukuran medium biasanya memiliki kapasitas 27 kursi dan 31 kursi.

Pembayaran

Kemudahan pembayaran menjadi satu hal penting yang harus anda tahu. Setelah menetapkan tanggal, lama penggunaan bus dan banyaknya jumlah peserta, inilah saatnya mulai menyelesaikan administrasi pembayaran. Sebaiknya anda melakukan pembayaran secara bertahap dengan menyerahkan down payment (DP) paling lambat sehari setelah proses pemesanan bus pariwisata.

Besaran down payment antar perusahaan oto bus berbeda beda tergantung kebijakan manajemen masing masing, namun umumnya 30 persen dari harga keseluruhan. Dibayar 1 hari setelah booking.

Terakhir, jangan lupa untuk melunasi pembayaran selambat lambatnya 7 hari sebelum keberangkatan. Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan proses pelunasan bisa anda lakukan lebih dini tanpa harus menunggu batas waktu yang ditetapkan oleh agen bus.

Fasilitas Bus

Lazimnya harga sewa bus pariwisata yang ditawarkan oleh agen bus sudah termasuk instrumen penunjang operasional bus seperti penggunaan BBM dan pengemudi. Namun, untuk biaya tol, biaya parkir bus dan tiket masuk destinasi wisata dibebankan kepada penyewa.

Ketatnya persaingan jasa transportasi pariwisata mendorong perusahaan Otobus memanjakan konsumen mereka dengan aneka fasilitas. AC, perangkat multimedia TV, DVD mic untuk karaoke menjadi sesuatu yang wajib ada dalam setiap kabin bus. Kursi nyaman dengan leg room luas ditambah dengan kehadiran plugin charger seolah menjadi standart kelayakan bus pariwisata.

Waktu Reservasi

Pengguna bus pariwisata akan meningkat secara signifikan saat libur hari besar seperti lebaran dan natal, disamping itu libur panjang sekolah mempengaruhi tingkat pemesanan bus secara drastis. Dalam kesempatan libur panjang seperti itu, masyarakat umum biasanya telah mempersiapkan rencana liburan yang dilakukan secara bersama sama.

Adanya musim dimana permintaan sewa bus pariwisata meningkat secara tajam, perusahaan bus akan mengenakan tarif lebih mahal dibanding hari hari biasa. Untuk menghindari kehabisan armada bus, pastikan anda telah melakukan pemesanan bus jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.

rental bus pariwisata di solo

rental bus pariwisata di solo

Meskipun sewa bus pariwisata dapat anda lakukan kapan saja, sebaiknya anda memperhatikan 5 tips sewa bus pariwisata dalam artikel ini.